British Airways Berikan Kompensasi ke Penumpang Karena Speaker

Maskapai penerbangan Inggris, British Airways, memberikan voucher senilai 20 poundsterling, sekitar Rp358 ribu. Perusahaan ini memberikan voucher ini sebagai kompensasi kepada seorang penumpang atas ketidaknyaman mereka saat mengudara.

Dilansir dari Mirror, Senin 20 November 2017, rupanya penumpang yang bernama Nicole Lightbody merasa tak nyaman dengan suara pengeras suara pesawat yang terlalu bising.

Nicole bercerita, kejadian itu berlangsung sebulan yang lalu ketika dia terbang dari London, Inggris, ke Nevada, Amerika Serikat. Dia kaget karena maskapai memberikan voucher 20 poundsterling sebagai permintaan maaf.

Kala itu Nicole yang terbang bersama sepupunya diketahui harus mendengarkan pengeras suara yang terlalu kencang selama 5 menit. Tak cuma sekali, suara keras itu terdengar setiap 15 menit sekali.

Suara bising ini muncul setelah masker oksigen jatuh secara acak. Suara bising ini kemudian direkam dan diunggah ke media sosial. Kru pesawat menanganinya sebisa mungkin.

“ Kami tidak bisa beristirahat karena bising. Penerbangan yang seharusnya memberikan kenyamanan malah terasa seperti di neraka,” kata dia.

Bahkan, Nicole menyebut kebisingan itu bagaikan tamparan keras di wajahnya ketika mengisi formulir keluhan pelanggan.

Seorang juru bicara British Airways kemudian meminta maaf atas semua kejadian ini. Dia menyebutkan jatuhnya masker oksigen ini adalah kejadian benar – benar tidak disengaja.

“ Kami meminta maaf atas gangguan sistem pengeras suara yang berdampak kepada beberapa penumpang pada penerbangan bulan lalu. Gangguan ini telah kami ditangani secepat mungkin,” ujar juru bicara itu.

Belakangan ini dunia penerbangan seperti mendapat sorotan serius dari publik. Mulai dari pemaksaan penumpang untuk turun, delay penerbangan yang melebihi 8 jam sampai staff penerbangan yang bersikap rasis.