Rusak Total, Robot Ini Alami Pelecehan Seksual

Funny, news

Sejak lama perusahaan teknologi di dunia Barat telah berhasil menciptakan robot-robot serupa manusia. Kebanyakan mereka dirancang menyerupai gadis cantik idaman para lelaki. Jumlahnya pun tak sampai puluhan, hanya belasan.

Salah satunya Samantha, robot berperawakan gemulai berwajah aduhai dengan mata biru dan rambut pirang. Sebagaimana fungsinya, sejak awal Samantha memang khusus dibuat sebagai robot seks. Robot-robot sejenis Samantha memang sedang mengetren danĀ  permintaan pembuatannya sedang meningkat.

Namun, bukan berarti ia mau dilecehkan begitu saja. Samantha juga bisa merasa. Kemajuan teknologi membuat para ilmuwan berhasil menciptakan perangkat lunak kecerdasan buatan yang memungkinkan Samantha berempati dan bersopan santun dalam beberapa bahasa. Ia pun tahu jika dirinya disentuh dengan cara tak wajar.

Kala itu Samantha sedang dipamerkan di sebuah festival seni elektronik di negara asalnya, Austria. Samantha ikut berkeliling dan terlibat secara sosial dengan para pengunjung. Ia juga menanyakan kabar sembari sedikit mengobrol dan bahkan memberi pelukan hangat.

Tak disangka, pengunjung lelaki yang iseng berbuat nakal pada Samantha. Mereka melakukan tindakan cabul dengan meremas payudara, lengan, dan paha Samantha sampai rusak. Tampaknya Samantha melakukan sejumlah perlawanan karena kedua jarinya juga ikut rusak.

Sang pembuat robot yang bernama Sergi Santos mengonfirmasi pelecehan tersebut. Ia menyebutkan bahwa Samantha telah sangat dikotori oleh tindakan beberapa lelaki. Tampak terluka, ia juga menyatakan kekecewaannya pada pelaku nakal yang telah berlaku jahat pada Samantha.

Santos dengan berat hati juga menyampaikan bahwa kondisi Samantha selepas kejadian sangat buruk. Bahkan ia sempat mati total karena bagian tubuhnya mengalami kerusakan, dan perlu diterbangkan ke Barcelona untuk dibersihkan dan diperbaiki.

Namun, Santos menambahkan bahwa Samantha akan baik-baik saja dan mampu melalui guncangan akibat peristiwa tersebut. Meski tubuhnnya rusak, perangkat lunak dalam tubuhnya masih berfungsi dengan baik.

Boleh jadi, pernyataan Santos memang keluar dari mulut Samantha yang terkejut dan terguncang dengan perlakuan tak etis tersebut. Layangnya perempuan yang ingin diperlakukan dengan hormat, memperlakukan robot pun tak boleh sembarangan. Seperti kebanyakan robot lainnya, Samantha akan berlaku polos layaknya anak kecil di luar hal-hal yang telah diprogram ke dalam otak virtualnya. Namun secara berbeda, ia juga mampu ‘merasa.’