The Paris Catacomb Kuburan Dengan Penuh Misteri

Paris dikenal sebagai kota indah dengan pemandangan yang memanjakan mata, berbagai jenis masakan elegan, dan tentunya keindahan menara Eiffel yang tidak bisa diabaikan. Selain keindahannya, Paris juga memiliki satu situs yang mengerikan, yaitu kompleks pemakaman bawah tanah, The Catacombs. Berikut adalah beberapa fakta menarik mengenai kuburan unik tersebut.

Dibangun karena kuburan sudah penuh

The Catacombs dibangun pada sekitar abad ke-18. Situs ini dibangun karena pada saat itu kuburan umum di Paris sudah penuh. Masyarakat kemudian menggali kembali kuburan-kuburan tersebut dan memindahkannya ke saluran air kuno di bawah tanah kota Paris. Di dalamnya, kamu bisa menjumpai 6 juta lebih tengkorak masyarakat Paris yang tersusun rapi di dinding. Pada abad ke-19, tepatnya pada tahun 1874, The Catacombs mulai dibuka sebagai tempat wisata turis. Dan sejak saat itu, banyak juga orang yang tersesat dan meninggal dalam tempat yang berbentuk labirin ini.

catacombs Saksi bisu beberapa peristiwa di dunia

Ada ratusan mil terowongan bercabang di dalam The Catacombs yang dibuka untuk umum. Meskipun luas, tempat ini masih memiliki bermil-mil daerah yang belum terpetakan. Sungguh tindakan nekad kalau kamu sampai masuk ke sana tanpa seorang tour guide yang berpengalaman. Sudah banyak orang yang tersesat dan tidak berhasil kembali pulang. Ditambah lagi, di sana tidak ada fasilitas seperti vending machine, telepon umum, kamar mandi dan ATM.

Selama Perang Dunia ke-2, sebagian dari tempat ini digunakan oleh para pasukan perlawanan Paris sebagai tempat persembunyian. Para pasukan Nazi Jerman juga sempat membangun bunker di tempat ini. Selain itu, Raja Charles Ke-10 juga diketahui pernah mengadakan pesta di tempat ini. Situs ini juga adalah saksi dari tindakan orang-orang komunis yang membunuh orang-orang monarkis pada tahun 1871.

batu nisan Philibert

Pada tahun 1793, mayat seorang satpam rumah sakit Val-de-Grâce ditemukan tergeletak di dekat pintu keluar Catacombs. Mayat tersebut diketahui bernama Philibert Aspairt. Mayatnya baru ditemukan 11 tahun kemudian setelah ia meninggal. Mayat Philibert kemudian dikuburkan di tempat yang sama persis di tempat ia meninggal di The Catacombs. Sebagai penghormatan, batu nisan Philibert diberi tulisan :

“A LA MEMOIRE DE PHILIBERT ASPAIRT PERDU DANS CETTE CARRIERE LE III NOVEMBRE MDCCXCIII RETROUVE ONZE ANS APRES ET INHUME EN LA MEME PLACE LE XXX AVRIL MDCCCIV”

Yang bila diartikan menjadi :

“Dalam kenangan, Philibert Aspairt. Orang yang tersesat di situs ini pada tanggal 3 November 1793; ditemukan dan dikubur 11 tahun kemudian pada tanggal 30 April 1804.”

polisi khusus yang disebut E.R.I.C

Sekumpulan polisi khusus yang disebut E.R.I.C. ditugaskan untuk mencegah terjadinya cataphilia atau penelusuran secara ilegal. Orang-orang yang melakukan cataphilia biasa disebut sebagai cataphiles.

 bioskop kecil di salah satu lorong Catacombs

Selama tahun 2004, polisi Paris menemukan adanya sebuah bioskop kecil di salah satu lorong Catacombs, lengkap dengan layar cinema dan proyektor film. Pada tahun yang sama, di sana juga ditemukan sebuah restoran kecil. Hingga sekarang belum diketahui siapa yang membawa bioskop dan restoran tersebut ke sana.

Pemerintah Kota Paris melarang adanya bangunan-bangunan besar dibangun di atas area The Catacombs. Hal ini dikarenakan situs ini terletak tepat di bawah jalanan kota Paris. Bangunan besar dan berat dapat merusak atap langit-langit bangunan tersebut. The Catacombs juga secara tidak langsung berkontribusi terhadap keindahan Kota Paris. Sebab, dulunya terowongan-terowongan The Catacombs memiliki sumber bebatuan sedimen yang melimpah. Bebatuan ini dijadikan bahan untuk mendirikan bangunan-bangunan indah di Kota Paris.