Lonely King Korban Kelelahan Bermain Game Online

Kabar Aneh – Penggemar game online mungkin tak asing dengan game bernama “King of Glory“, sebuah permainan online dengan 200 juta pemain aktif tiap bulannya.

Beberapa waktu lalu, seorang pria asal China berusia 20 tahun yang menamakan dirinya ‘Lonely King’, dilaporkan meninggal dunia. Ia diduga kelelahan karena kurang tidur dan memaksa dirinya terjaga hampir tiap malam selama sembilan jam penuh dari tengah malam hingga sembilan pagi, sejak bulan Juli hingga awal November.

Keluarga Lonely King mengunggah pesan pada media sosial miliknya bahwa anggota keluarga mereka meninggal setelah sesi streaming terakhirnya, di 2 November lalu. Penyebab meninggalnya Lonely King tidak disebutkan oleh anggota keluarga, tapi baik media China dan fan Lonely King berspekulasi bahwa ia meninggal akibat jadwal bermainnya yang begitu melelahkan.

Kabar meninggalnya sang gamer ini jadi headline di berbagai media di China. Bahkan terdapat pernyataan resmi dari pihak perusahaan game bahwa pemain sebaiknya mengutamakan kesehatan mereka.

Dilansir dari Oddity News, media China CNR pada pekan lalu melaporkan bahwa Lonely King tergolong gamer yang sukses. Ia memiliki lebih dari 170 ribu fan di laman streamingnya. Ia biasa memamerkan kemahirannya bermain game selama berjam-jam setiap hari. Fan curiga saat ia terakhir kali bermain pada 2 November lalu, padahal ia paling tidak bermain setidaknya sekali dalam 24 jam.

Absennya Lonely King di game online membuat mereka bertanya-tanya dan menduga, sang idola meninggal akibat kelelahan.

Ini bukan kali pertama game online memakan korban. Agustus lalu, media China melaporkan bahwa remaja 17 tahun asal Guangdong menderita sejenis stroke setelah bermain game selama 40 jam nonstop.

Bulan lalu, Oddity Central juga menuliskan bahwa seorang wanita muda menderita kerusakan arteri retina pada mata kanan. Hal ini terjadi setelah ia bermain game di ponsel pintarnya hampir tanpa henti, termasuk selama libur hari raya.

Pemerintah China menaruh perhatian serius akan hal ini. Game online telah mempengaruhi kehidupan remaja dan juga para tentara muda. Pada Agustus, koran People’s Liberation Army Daily melaporkan pegawai yang marah setelah menemukan hampir semua tentara di asrama bermain game selama akhir pekan.

“Ini jelas berisiko terhadap keamanan yang tak bisa diabaikan. Game menuntut perhatian yang konstan tapi pekerjaan sebagai tentara penuh ketidakpastian. Sekali tentara dipecat dari game karena misi dadakan, dia bisa tidak fokus selama operasi jika pikirannya tetap terpaku pada game,” tulis media tersebut dikutip dari Oddity Central