Domba Aneh Mirip Manusia, Warga Afrika Diserang Panik

Misteri

Kabar Aneh -  Domba terlahir dengan kelainan genetik

Kabar Aneh – Di Afrika Selatan, ada desa kecil di pedalaman bernama Lady Frere. Masyarakat desa ini masih percaya mitos dan hal tak masuk akal lainnya.

Suatu hari, seekor domba aneh terlahir mati di desa itu. Perawakannya berbeda mirip manusia. Kulitnya mulus tanpa bulu, dengan warna merah muda. Di kakinya pun ada organ serupa kuku.

Sontak warga desa terkejut dan langsung berpikir aneh-aneh soal domba tersebut. Ada yang bilang kelahiran domba aneh itu merupakan kutukan. Mereka menduga telah terjadi hubungan terlarang antara manusia dengan domba.

Separuh warga desa yang lain berpikir bahwa kejadian ini akibat sihir. Ada penyihir yang sedang berkeliaran di desa tersebut. Belakangan tambah parah, warga desa mendadak panik setelah petua desa menyebut domba tersebut kiriman makhluk gaib dan titisan iblis.

Akibatnya, 4.000 warga desa Lady Frere didera ketakutan. Jangankan menyentuh atau membuang domba, mereka juga sama sekali tidak mau keluar rumah dan bekerja. Apalagi foto domba terlanjur beredar luas, menularkan kepanikan ke desa tetangga.

Kabar Aneh - Domba terlahir dengan kelainan genetik

Saking hebohnya, akhirnya pihak berwenang mengirim ahli untuk menyelidiki kebenaran di balik cerita yang beredar. Adalah dokter hewan asli Afrika bernama Lubabalo Mrwebi yang dikirim untuk menyelidi domba.

Setelah diperiksa, Dr Mrwebi menjelaskan, anak domba itu memang mirip manusia, tapi tak memiliki organ manusia sama sekali. Penyebabnya adalah infeksi penyakit yang diderita sang induk ketika awal kehamilan sehingga anak domba terlahir cacat.

Nama penyakitnya Rift Valley. Yakni sejenis virus yang dibawa nyamuk atau jentik ketika hujan, dan bisa memicu demam akibat infeksi. Virus ini beredar di darah dan bisa masuk ke rahim. Akibatnya, janin dalam kandungan mengalami deformitas alias gagal terbentuk sempurna.

Hal ini juga dijelaskannya pada warga desa dari rumah ke rumah. Bahkan ia menambahkan sejumlah informasi penting lainnya, yang memungkinkan pengetahuan warga bertambah dan tak segera mengaitkan segala hal dengan mitos.

Misalnya, manusia memiliki 23 pasang kromosom sedangkan domba punya 28 pasang. Nyaris tak mungkin jika kawin silang menghasilkan keturunan abnormal.

Namun, mereka tetap tak percaya. Warga desa hanya akan merasa tenang dan mau kembali beraktivitas asalkan anak domba dibakar.

Ya, mitos dan kepercayaan yang hidup di satu tempat tak bisa dengan mudah dihilangkan. Untuk itu, orang yang pemikirannya lebih maju sudah selayaknyalah memaklumi dan menghargai hal tersebut, sembari menyuntikkan pengetahuan sedikit-sedikit sebagaimana dilakukan Dr Mrwebi.