Babi Aneh Hasil Rekayasa Genetik Hebohkan Dunia Maya

Kabar Aneh – Penampakan babi aneh berotot kekar bagai hulk di Kamboja telah menggemparkan media sosial. Bertempat di sebuah peternakan di Kamboja yang telah melakukan rekayasa genetik, dan memicu kontroversi dunia. Babi aneh hasil rekayasa genetik ini berhasil dikembangkan dan dibesarkan Duroc Cambodia, peternakan yang berada di provinsi Banteay Meanchey.

Hal ini diketahui setelah laman fecebook perusahaan peternakan tersebut dipenuhi dengan foto dan video hewan-hewan aneh yang nampaknya merupakan hasil dari beberapa gabungan genetik ekstrem.

Beberapa yang tidak setuju menuduh peternak menggunakan hormon dan steroid untuk mengubah babi menjual monster yang mengerikan, mengingat Duroc Kamboja juga menjual peralatan inseminasi, fisik babi-babi aneh  ini kemungkinan besar disebabkan oleh modifikasi genetik.

Sementara itu Duroc Kamboja sendiri sebelumnya telah memposting tentang babi yang berotot ini sejak Desember tahun lalu, termasuk diantaranya video. Dari gambar dan video tersebut terlihat tubuh hewan berwarna pink dan berotot, meski hanya tampak kepala mereka yang masih menunjukkan bahwa itu adalah seekor babi.

Foto-foto ini berhasil viral di media sosial dan banyak diantara netizen yang tidak setuju dan bahkan marah dengan hasil rekayasa genetik ini.

“Ini menghancurkan hatiku, bagaiamana banyak orang membiarkan mereka jadi bahan percobaan,” tulis seorang netizen di Facebook.

“Ini menjijikan! Babi babi malang itu bahkan tidak bisa menahan kepala mereka agar tidak terlihat menyakitkan, jika anda bertanya kepada ku !! ini HORRIBLE,” komentar netizen lainnya.

Tak hanya itu, kelompok hewan korban PETA juga mengutuk praktik yang dilakukan terhadap binatang mamlia tersebut dan mengatakan bahwa babi mirip Hulk merupakan mimpi buruk, dan berpendapat bahwa babi-babi tersebut telah direkayasa dengan begitu menyakitkan sejak saat dilahirkan.

“Babi bahkan menderita tanpa “Frankenscience” ini. Di peternakan babi yang terlihat, ekornya dipotong, gigi sensitif mereka digiling, dan jantan dikebiri, semuanya tanpa aspirin (pereda nyeri),” ujar salah seorang anggota PETA.

Rekayasa genetik ini diduga dorongan dari peternak untuk mendapat keuntungan lebih dengan meningkatkan jumlah daging secara artifisial. Sebelumnya, kasus serupa juga pernah terjadi pada 2015, ketika para ilmuwan di China dan Korea Selatan menciptakan anak babi berotot ganda.

Leave a Reply